Capek, kusut, buang waktu yang ada di pikiranku saat itu. Setelah sekian lama kendaraan itu aku tinggalkan dan beralih ke kendaraan pribadi (Motor roda 2 maksudnya) kurang lebih ada 10 tahun.
Rute yang di tempuh waktu berangkat kerja, Rumah –>Tangerang(by Ojek) –> Blok M(By Bus Metro Mini) makan waktu kurang lebih 2 jam.
Rute Untuk pergi ke kantor ini yang paling jauh dan lelah, Daerah Tangerang –> Blok M(Metromini 69).
Rute Pulang Kantor ke rumah, Blok M–>Cipulir-Ciledug(by Metromini 69)–> dari pasar Ciledug-rumah masih naik angkutan lagi, trus naik ojek baru sampe rumah.
Rute yang jauh, banyak penumpang yang rebutan angkot, sampe jalan kaki daripada kejebak macet dalam angkotpun di lakoni.
Klo inget itu semua sepertinya udah jelek mulu pikirannya, tapi aku sendiri punya nilai yang mengesankan dibalik semua itu, saat itu waktu angkot sudah jalan,aku duduk disamping jendela lalu aku berfikir tentang hal – hal yang lucu dan menarik dari rutinitas naik angkot yang sudah lama aku tinggalkan, bau keringat, berdiri didalam bis sambil pegangan besi diatas bis, menaruh posisi tas didepan, denger suara crik…crik.. duit ditangan seorang kondektur cantik yang memberi isyarat untuk bayar sama gw bro… yang lom bayar2 ujarnya, Ternyata baru kusadari betapa cantiknya kondektur Metro Mini tersebut Anjrot!!!!
Ni fotonya bro… Wadoh2!!! rasanya hilang semua keluh kesah dihati pabila melihat seorang kondektur secantik dirinya bro…
Mau ada suara “tok..tok…tok (jari penumpang mengetok body bis) kiriiiiiii…. bang” penumpang yang memberi tanda klo akan turun, sampe suara tukang ngamen yg udah ga jelas lagunya, seolah-olah semua hal-hal yg ngeselin ilang smua bro… karena ngeliat kondektur cantix itu bro…. Wekekekeke… lucu dan indah aja.
Walau kondisi angkot yang ada dijakarta jauh dari kenyamanan tapi mau apa lagi, angkutan alternatif yang murah dan terjangkau dan jauh dari kesan aman, tetap menjadi pilihan favorit para manusia menengah ke bawah yang mencari penghidupannya.
Harapanku semoga para pengguna angkutan umum mendapatkan angkutan yang layak, kondektur yang cantik, dan dimanusiakan tanpa harus ditumpuk – tumpuk dan berdesakan, memang sudah ada alternatif busway, namun sayang fasilitas masih terbatas hingga penumpang harus berjubel antri di Halte.
Ya… harapan gw semoga aja smua angkutan umum mempunyai kondektur secantix dirinya yang sampai saat ini ku tak pernah mengetahui nama serta jatidirinya.
Seandainya masa2 itu bisa ku ulang aku ingin sekali naik Metro Mini dengan sang kondektur yd dapat membuat hati setiap penumpang serasa naik taxi bo…
Sukses selalu untukmu wahai kondektur cantiku yang hanya bisa menjadi hayalan setiap penumpang pria sepertiku ini. Wahai Kondektur Cantix….

